Kesalahan Dalam Menyusun Laporan Keuangan

 In All Categories

Pengelolaan finansial usaha mesti dilaksanakan dengan teknik yang profesional yakni dengan menyimak kaidah pengelolaan laporan keuangan tahunan di dalam bisnis. Banyak pengusaha yang menemukan sejumlah kesalahan pada ketika mereka mengelola finansial usaha. Walaupun sulit, namun mengelola finansial adalah suatu urusan yang sangat urgen demi keberhasilan sebuah usaha.

Berikut ini ialah beberapa kekeliruan umum pengusaha saat melakukan pengelolaan uang laporan keuangan :

  • Tidak Menyimpan Kwitansi dan Nota

Kesalahan dalam merangkai laporan keuangan usaha yang sangat umum dan sangat sering dilaksanakan oleh pengusaha kecil ialah kwitansi dan nota penjualan serta pembelian yang tidak ditabung dengan rapih. Sebagian besar pengusaha, melalaikan kwitansi dan nota secara asal-asalan, dan mengabaikannya begitu saja, dan saat menyusun laporan finansial mereka kelimpungan. Padahal nota dan kwitansi ini urgen untuk dijadikan acuan dalam penciptaan laporan keuangan. Dengan adanya nota dan kwitansi, Anda dapat mengetahui berapa jumlah pembelian barang dalam periode tertentu. Sehingga sangat dibutuhkan untuk penciptaan neraca sisa keluar.

  • Tidak Menuliskan Pembelian dan Pengadaan Barang

Sering sekali dalam pembelian barang atau mengerjakan pengadaan barang, pengusaha kecil tidak mencatatkan barang apa yang ia beli dan berapa tidak sedikit uang yang keluar. Sehingga susah sekali mendeteksi duit yang dipakai untuk mengerjakan pembelian dan pengadaan tersebut.

  • Tidak Mencatat Kewajiban

Sebagai pengusaha, usaha Anda memiliki keharusan yang mesti ditanggung. Kondisi ini tidak boleh dicampuradukan dengan finansial pribadi. Sering sekali pengusaha tidak menulis kewajiban-kewajiban usaha yang ditanggung, namun mencapur dengan finansial pribadi mereka. Kewajiban ini semisal hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Sering sekali mereka tidak menulis semua keharusan tersebut dalam data laporan finansial usaha yang mereka buat. Kesalahan penyusunan laporan finansial tidak mencatat keharusan sering sekali dilalaikan oleh pengusaha.

  • Tidak Mencatat Biaya Operasional

Kesalahan selanjutnya yang tidak jarang sekali dilakukan oleh pengusaha ialah tidak menulis seluruh ongkos operasional. Mungkin  mencatat ongkos operasional perusahaan yang berhubungan dengan pengajian karyawan. Namun guna biaya-biaya lain semisal listrik, air, pembelian keperluan kantor semisal alat tulis kantor tidak disalin secara baik. Sehingga laporan keuangan yang telah tersusun tidak cocok dengan kondisi finansial usaha.

  • Tidak Memahami Akuntansi

Faktor lain yang tidak jarang ditemukan dari semua pengusaha kecil melakukan kekeliruan dalam merangkai laporan keuangan ialah pemilik usaha tidak mempunyai pemahaman yang baik terhadap proses akuntansi dalam usahanya. Terlebih, tidak sedikit pengusaha yang bukan tidak mengetahui akuntansi. Sehingga dia paling malas dalam menciptakan laporan finansial yang cocok dengan sistem akuntansi yang terdapat di Indonesia.

  • Tidak Memasukan Perhitungan Pajak

Di samping tidak mengetahui akuntansi, tidak sedikit pelaku usaha yang tidak mengerti tentang pajak. Apa lagi, apabila ia merasa bahwa pajak yang mesti ia bayar tidak cocok dengan usaha sebab nominalnya terlampau besar. Kondisi ini tidak jarang sekali terjadi pada pengusaha pemula. Sehingga mereka tidak memasukan perhitungan pajak dalam laporan finansial mereka. Kesalahan dalam merangkai laporan keuangan usaha yang sering dilaksanakan yakni masalah perhitungan pajak yang sering dilalaikan oleh pengusaha.

Terdapat lima kekeliruan fatal dalam penyusunan laporan keuangan tersebut adalah:

1.  Kurang paham siklus akuntansi, yang menyebabkan penyusun laporan finansial terjebak dalam memilah dan menganalisis.

2.  Laporan finansial tidak relevan untuk pemakainya, tidak berupa informasi sampai-sampai tidak pantas untuk dipublikasikan.

3.  Pebisnis atau penyusun laporan keuangan  kurang menyimak pengaruh lingkungan dan ciri khas usahanya. Padahal ini yang dibutuhkan untuk meneliti laporan dan kinerja finansial suatu perusahaan.

4.  Laporan finansial tidak berisi konsep-konsep dasar dan asumsi-asumsi akuntansi sampai-sampai komponen penyusunnya tidak terstruktur.

5.  Masih tidak sedikit penyusun laporan finansial yang mengandalkan pendaftaran secara manual.

Anda sedang mencari software akuntansi yang dapat mempermudah anda dalam menyiapkan laporan keuangan ? Key Accounting & Management Software adalah pilihan yang tepat untuk anda

Recent Posts
Top