Biaya Tetap & Biaya Variable Serta Cara Menentukannya

 In All Categories

Agar suatu usaha dan proses produksi dapat terus berjalan, maka dapat dipastikan bakal ada biaya Tetap maupun biaya variable yang mesti ditanggung oleh perusahaan. Pembiayaan guna menunjang proses buatan ini dapat saja merupakan biaya tetap maupun  variabel yang besarannya bakal berubah mengekor volume atau kapasitas buatan yang ingin didapatkan sebuah perusahaan. Lantas bagaimana teknik menghitung ongkos tetap dan ongkos variabel dalam suatu perusahaan supaya bagian keuangan dapat menilai besaran ongkos yang mesti diperhitungkan melalui manajemen pembiayaan? Berikut ulasan yang dapat anda pelajari dengan teknik di bawah ini.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Tentu terdapat perbedaan diantara dua-duanya yang bisa Anda jadikan acuan guna mengidentifikasi ongkos mana saja yang masuk dalam ongkos tetap atau ongkos variabel. Perbedaan yang dimaksud bisa Anda simak sebagai berikut :

  • Biaya Satuan

Jika disaksikan dari ongkos satuan maka ongkos variabel tiap unit sama sedangkan ongkos satuan pada ongkos tetap ingin berubah-ubah. Biaya tetap per unit berbanding terbalik seimbang dengan jumlah yang diproduksi.

  • Perilakunya

Berdasarkan keterangan dari perilakunya ongkos tetap tersebut pasti ada walaupun tidak terdapat unit yang di hasilkan. Hal ini justru berbanding terbalik dengan ongkos variabel yang tidak akan hadir jika Anda tidak menghasilkan sebuah unit.

  • Sifat

Biaya tetap dan variabel pun bisa Anda ketahui melewati sifatnya. Biaya tetap tergantung pada waktu sebab ia mempunyai sifat konstan guna periode masa-masa tertentu. Biaya variabel tergantung pada volume buatan barulah ia muncul.

  • Kapan Terjadinya

Biaya variabel bakal muncul saat unit Anda dihasilkan andai tidak buatan maka ongkos variabel ini tidak bakal muncul. Biaya tetap mempunyai sifat pasti sampai-sampai tetap terjadi meskipun Anda tidak menghasilkan satu unit barang pun.

  • Penaksiran

Berdasarkan keterangan dari penaksirannya ongkos variabel dapat termasuk dalam inventaris sedangkan ongkos tetap tidak. Beberapa contoh ongkos tetap merupakan pajak, sewa, depresiasi, asuransi dan lain-lain. Contoh ongkos variabel contohnya upah, kargo atau bahan penolong.

Cara Menghitung Biaya Tetap

Biaya variabel merupakan ongkos yang nominalnya berubah dan hadir tergantung dari terdapat atau tidaknya produksi. Biaya variabel dapat dipisahkan menjadi ongkos variabel langsung dan ongkos variabel tidak langsung. Biaya variabel ingin dipengaruhi oleh ketidaktetapan pada sebuah usaha. Untuk memahami lebih dalam tentang ongkos variabel silahkan simak misal kasus sebagai berikut :

PT.X dalam memproduksi 100 produk memerlukan 10 liter bensin, 500 gram perak serta 1 kg timah. Satu liter bensin dihargai sebesar Rp.16.000, 1 gram perak dibeli dengan harga Rp.9.000 dan 1 kg timah ekuivalen Rp.120.000. guna menghitung 1 unit produknya Anda bisa menghitungnya dengan teknik berikut ini :

a.  10 liter bensin x Rp. 16.000 = Rp. 160.000 : 100 = Rp.1600

Ini dengan kata lain dalam memproduksi satu unit produk diperlukan ongkos bensin sebesar Rp.1600

b.  500 gram perak x Rp. 9.000 = Rp 4. 500.000 : 100 = Rp. 45.000

Satu unit produk yang diciptakan oleh PT.X membutuhkan ongkos perak sebesar Rp.45.000

c.  1 kg timah x Rp. 120.000 = Rp. 120.000 : 100 : Rp. 1200

Setiap unit yang didapatkan membutuhkan timah sebesar Rp. 1200

Untuk memperhitungkan variabel cost unit dapat menggunakan formula = Total variabel cost/ quantity. Nilai dari ongkos variabel ini berubah cocok jumlah produk yang hendak dihasilkan.

Anda sedang mencari software akuntansi yang dapat menentukan biaya tetap dan biaya variable dengan cepat dan tepat ? Key Accounting & Management Software adalah pilihan yang tepat untuk anda.

Recent Posts
Top